"Barangsiapa memperbaiki hubungannya
dengan Allah, maka Allah akan menyempurnakan
hubungan-Nya dengan orang tersebut." (HR. Hakim)
Rasulullah saw dan para sahabat menganggap shalat sebagai terminal istirahat. Saat jiwaa terasa letih oleh beban perjuangan dan saat tubuh penat oleh berbagai ujian hidup, generasi terbaik itu mendirikan shalat untuk melepas lelah. Rasulullah pernah meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan dengan mengatakan," Wahai Bilal, tentramkan hati kami dengan sholat...." (HR. Daruquthni).
Shalat memang suplier ruhani dan pemompa mental. Tanpa sholat, jiwa manusia mungkin saja tak mampu menanggung beban.dalam menjalani hidup. Bagi orang yang kerap mengalami penderitaan, sholatlah yang menjadi tempat menumpahkan segala perasaan, menjadi kesempatan seorang pejuang, seorang juru dakwah, sholat juga yang menjadikannya kuat memikul semua problem dan tantangan yang menghadangnya.
Bersyukurlah kita, Allah swt mewajibkan sholat lima waktu dalam sehari. Dalam kesempatan itu artinya, kita memperoleh input energi baru. Semoga Allah menjadikan kita orang - orang yang merasakan nikmatnya shalat.
slam knal 4 admin mpm al-jihad,sya slalu share tulisan teman2 terkait persoalan tentang seputar keislaman apalagi sholat yang menurut saya setelah di beri ridho allah.swt atas petunjuknya realitanya memang ada2 saja bikin hati ini tenang dan jadi seperti selalu optimis stiap sehabis sholat.....
BalasHapussya tunggu tulisan tman2 tentang ketauhidan sya inigin tau dan mau belajar tentang itu???
syukron
BalasHapus