Sabtu, 01 Mei 2010

Aktivis dan Ibadah

Para aktivis dakwah tidak bisa terlepas dari ciri rabbaniyah (berorientasi kepada Allah) dalam perjalanan dakwahnya. Aktivitas dakwah yang sesungguhnya, adalah orang yang paling banyak ibadahnya kepada Allah, tunduk, taat, dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Kelengahan seorang aktivis pada sisi ini akan menghancurkan pribadi aktivis itu sendiri, karena dia telah kehilangan etika dan teladan dalam dakwahnya. Bagaimana ia akan menyeru manusia lain, sedangkan dia lupa terhadap dirinya atau tidak dapat memenuhi kawajiban – kewajibannya. Pada prinsipnya, ibadah akan mampu mendongkrak keimanan dalam hati.

Menyibukkan diri dalam amal shaleh dan bersungguh – sungguh dalam menunaikannya merupakan kebahagiaan tersendiri dalam hati. Tidak akan bisa merasakan kebahagiaan itu kecuali orang yang telah merasakannya. Maka, orang yang telah bergabung dalam gerakan dakwah, yang berdiri di atas landasan Islam dan bertujuan menggapai keridhaan Allah, tidak selayaknya menunaikan tugas – tugas dakwah haanya karena syiar atau kewajiban yang harus dilaksanakan. Namun lebih dari itu, mereka harus mampu mendapatkan kelezatan dan ketenangan dalam hati ketika menunaikannya, serta merasakan kenikmatandalam bermunajat kepada Allah SWT.

Sangat disayangkan sekali karena orang – orang yang lengah itu meninggalkan dunia, tetapi belum berhasil menikmati lezatnya dunia. Apakah kelezatan dunia itu? Ia adalah mencintai Allah dan kenikmatan dalam bermunajat kepada-Nya.

(memperbarui komitmen dakwah, Muh. Abduh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar